Super Blue Blood Moon, Patahkah Teori Kaum Bumi Datar - TodayMu.com - Informatif Edukatif Inspiratif

TodayMu.com - Informatif Edukatif Inspiratif

Inovatif, Kreatif, Edukatif, Inspiratif dan Berbeda

Post Top Ad

Super Blue Blood Moon, Patahkah Teori Kaum Bumi Datar

Super Blue Blood Moon, Patahkah Teori Kaum Bumi Datar

Share This
Super Blue Blood Moon, Patahkah Teori Kaum Bumi Datar
Fenomena langka Super Blue Blood Moon yang baru aja terjadi (walau gw pribadi gak bisa menyaksikan karena cuaca hujan), memiliki fakta-fakta menarik mengenai Bumi dan hal di sekitarnya.

Fenomena ini muncul setelah kurang lebih 152 tahun lamanya ini. woo, sudah lumayan lama ternyata!

Dan yang salah satu yang dapat kita dipelajari dari fenomena Super Blue Blood Moon adalah bentuk Bumi yang bulat. dimana sudah pasti teori "lucu" saudara kita yang tinggal dibumi datar terpatahkan sudah. walau tetep mereka bersikeukeuh yakin bumi mereka bentuknya datar gak kayak bumi milik umat manusia pada umumnya.



Saat kita mengangkat tangan ke arah Matahari, bayangan yang dihasilkan udah pasti adalah bentuk dari bagian tubuh kita sendiri kan. Sama juga kyak Bumi saat gerhana Bulan tengah berlangsung. Pada momen tersebut, bayangan Bumi akan memunculkan bentuk dari Planet Biru tersebut. 

Saat bayangannya bergerak melintasi Bulan, maka bentuk yang muncul pun bulat, gak pipih, gepeng, datar, kayak yang di amini para manusia di bumi datar dan semuanya berlaku untuk setiap gerhana Bulan, bukan hanya pada saat Super Blue Blood Moon saja.

Dan selain itu gaes, ada fakta menarik juga selain bentuk bumi, yakni ternyata bumi ini "bergoyang" looh.

Yupz, Bumi akan seperti bergoyang ketika berputar pada porosnya, atau dikenal juga dengan rotasi Bumi.

Nah pada saat itu terjadi, Bumi akan mengalami presesi (perubahan orientasi terhadap sumbu dari benda yang berputar) dan akan menyelesaikan satu siklusnya, atau kembali ke posisi serupa, setiap 26.000 tahun. 

Ahli Astronomi asal Yunani bernama Hipparchus gaes yang pertama kali menyadari goyangan Bumi. Untuk mengetahuinya, Dia membandingkan posisi sejumlah bintang yang terlihat selama gerhana Bulan berlangsung dengan Matahari.

Ilmuwan yang juga menggeluti bidang geografi dan matematika ini kemudian akan membandingkan hal tersebut dengan data terkait yang sudah tersimpan ratusan tahun sebelumnya.

Setelah itu, dapat diketahui bahwa bintang kutub pada saat itu adalah Thuban karena posisinya yang paling dekat terhadap kutub utara Bumi. kemudian titel tersebut sempat jatuh ke tangan Vega, sebelum akhirnya Polaris yang merupakan bintang paling terang di rasi Ursa Minor menjadi bintang kutub bagi Bumi.

Persis dengan pembuktian bahwa Bumi itu bulat, pantauan bintang-bintang ini pun juga bisa disaksikan saat gerhana Bulan biasa.

Gimana? kalau saudara kita yang masih tinggal di tanah datar tetep berpikiran sains adalah bohong bla bla bla, bulan ketutup benda selestial apa itu, udah biarin aja, kita anggep aja dengerin seorang pengarang cerita fiksi. yupz!

source : detik & space

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon untuk tidak menaruh link dalam bentuk apapun

Post Bottom Ad