Berkunjung ke Desa di Atas Awan, Dieng Wonosobo - TodayMu.com - Informatif Edukatif Inspiratif

TodayMu.com - Informatif Edukatif Inspiratif

Inovatif, Kreatif, Edukatif, Inspiratif dan Berbeda

Post Top Ad

Berkunjung ke Desa di Atas Awan, Dieng Wonosobo

Berkunjung ke Desa di Atas Awan, Dieng Wonosobo

Share This
Dari dulu saya beneran pengen banget yang namanya bisa nyentuh awan, minimal deketin aja dah, sebenernya awan itu gimana, apakah bener seperti kapas kayak di pilem doraemon, atau kayak salju begitu?

Dan awal tahun ini keinginan tersebut terwujud, gw gak cuman deket aja sama awan, tapi masuk kedalam awan. yopz!

Dan di Dieng saya merealisasikan impian tersebut ha ha ha, kita bergerak dari kota Wonosobo dan diantar oleh biro khusus dengan menggunakan Bus kecil berjalan ke tempat yang dijuluki, Tanah atau Desa di Atas Awan, benerkah begitu atau hanya kiasan? ini beneran gaes!




Tadinya kita berencana ke bukit sikunir tuk menikmati golden sunrise, tapi sayang kita datang dibulan Januari dimana sedang deras-derasnya hujan, dari malam sampai selanjutnya hujan mulu, hadeww!

Sebelum kita naik kita bersinggah sebentar ke sebuah pemandian air panas, Kali Anget kalo gak salah namanya, sebuah kolam terbuka dengan air panas/hangat dan berwarna merah, mungkin mengandung belerang? tapi sayang gak jadi, karena banyak cewek dan perempuan, gak mungkin lah kita yang cowok membiarkan mereka menikmati ke Hot tan tubuh kita, uhuk! dan kita memilih ke yang private! dan Panas sekali anjirrr!

Langsung aja dipercepat, kita berangkat sekitar jam 9 kayaknya, dan masih gerimis tebal, dan perlahan kita naik menuju Dieng. terlihat didepan awan tebal bergulung-gulung menutupi pegunungan, Apakah nanti kita bakal melewati itu? dan ternyata benar, makin Excited bingit coy!

Perjalan dari menyenangkan menjadi tidak menyenangkan saat kita bener-bener masuk kumpulan awan, jalannya menanjak, basah, berkelak-kelok, ditepi jurang, dan hanya ada warna putih dengan kabut tebal menerpa-nerpa! jarak pandang cuman sekitar 5 meter ajah! duh bayangin dah, dan disitu banyak lalu lalang kendaraan, salah sedikit bisa wasalam kita!

Setelah sekitar 1 jam lebih dengan melewati atmosfer yang berubah-ubah dari Kabut-cerah-kabut-cerah-kabut- dan udah hilang kabutnya. landscapenya ajib gilak! keren sekale nyot! bukit-bukit hijau, udah berasa kayak di pedesaan New Zealand ha ha ha!

Bau belerang yang menyengat mulai terasa, dan kita sampai di Kawah Sikidang, lebih lanjut soal tersebut bisa buka di wikipedia. 



Langsung sigap menggunakan masker, dan berjalan menuju lokasi, melewati pasar yang menjual manisan khas macam Carica, dan juga kentang dan cabe gede-dege, sama jamur! OYY Kalian kalok mau beli oleh-oleh ane saranin dilokasi ini aja, Kawah Sikidang atau di Sekitar Candi Arjuna atau Gatot Kaca, lebih murah!

Gw disitu cuman foto-foto ajah sama rekam video dikit! setelah itu langsung menuju Candi Arjuna atau Gatot Kaca ane lupa, disitu ane sempet bisa jalan-jalan sebentar disitu kemudian terpaksa kembali karena hujan deres! mampir beli jagung bakar yang uhuk.

Setelah itu menuju Telaga Warna, tapi gak mood tuk kesana, karena hujan makin deras dan jalanan licin, takut gaess, gw masih singel! not want to die! preet


Dan setelah itu kita pulang, dah gitu aja! landscapenya lumayan gaes! yang bikin nyesel gak jadi ke Sikunir, hiks! mungkin one day in future sama mbak istri, ihik! 

yuhuuu, itu ajah dah catatan trip singkat yang mungkin gak berfaedah dan kurang informatif apalagi romantis, lah ane berangkat sama cowok-cowok! oyy, sempet aja ane hampir bikin celaka banyak orang, karena ngantuk berat, ane duduk disamping pak supir dan ambruk karena tertidur, ke arah pak sopir dan merubah kopling, padahal posisi di jalan turunan dan berkelok. Alhamdulillah. sekian gaess! eh tonton video singkat ane dibawah ini :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon untuk tidak menaruh link dalam bentuk apapun

Post Bottom Ad