SM Tower Hotel Pertama Milik Muhammadiyah di Indonesia - TodayMu.com

Cara Asik Membaca Apa Yang Ada di Internet

Post Top Ad

SM Tower Hotel Pertama Milik Muhammadiyah di Indonesia

SM Tower Hotel Pertama Milik Muhammadiyah di Indonesia

Share This


Siapa yang gak kenal dengan nama Muhammadiyah, salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia bahkan mungkin dunia, yang memiliki banyak sekali amal usaha yang bergerak dalam bidang kesehatan, pendidikan maupun sosial.


Kabar baik datang dari Yogyakarta dimana, untuk pertama kalinya Muhammadiyah memiliki hotel yang keren. Menjadi satu-satunya hotel pertama Muhammadiyah di Indonesia.


SM Tower memiliki tinggi delapan lantai. Pre-opening SM Tower and Convention juga sudah digelar dengan tema 'Muda yang Menginspirasi' pada 18 Juni 2023.


"Jujur, kami tidak pernah menyangka bisa mendirikan gedung megah ini. Saya rasa semua yang telah terwujud sekarang buah dari kerja keras dan kolaborasi dari semua pihak. Karenanya saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya," kata Direktur Utama Suara Muhammadiyah, Deni Asy'ari, dalam siaran persnya, Selasa (20/6/2023).


Terwujudnya hotel ini merupakan impian yang ditopang dengan ikhtiar, kerja keras, dan ketulusan. Hotel ini sebagai manifestasi dari dakwah pengembangan bisnis dan usaha di sektor perhotelan dan pariwisata. Ungkap Deni


"Kami ingin menegaskan bahwa pembangunan SM Tower and Convention merupakan wujud dari ketulusan. Tanpa ketulusan, mustahil kami bisa mendirikan bangunan megah ini," ujar Deni yang juga Wakil Sekretaris 1 Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata PP Muhammadiyah tersebut.  


Deni pun mendorong seluruh karyawan Suara Muhammadiyah untuk bekerja sama membesarkan hotel pertama yang dimiliki Muhammadiyah tersebut. Diharapkan, ke depannya hotel ini semakin berkembang pesat dan berkemajuan.


"Mulai 24 Juni 2023 besok, kami akan mengarungi bisnis baru (bisnis hotel). Saya berharap bisa menjadi bagian yang ikut membesarkan dan menjaga bisnis ini sampai benar-benar maju di masa mendatang. Mudah-mudahan apa yang sudah dilakukan dan dikorbankan baik waktu maupun tenaga mendapatkan balasan dari Allah," jelas Deni.


Usai pre-opening SM Tower and Convention, akan dilanjutkan dengan soft opening Sabtu (24/6/2023) nanti yang juga dihadiri Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. Sementara itu, grand opening hotel itu nantinya baru akan dilakukan pada Agustus 2023 mendatang.


Tahapan sejak preopening, soft opening, maupun grand opening dilakukan sebagai instrumen sosialisasi kepada seluruh warga masyarakat, khususnya warga persyarikatan Muhammadiyah. Menurut Deni, sosialisasi ini penting dilakukan sebagai momentum memperkenalkan bisnis baru di bidang perhotelan dan pariwisata kepada masyarakat, khususnya warga persyarikatan.


Tiga tahapan tersebut, sambung Deni, juga menjadi evaluasi bagi pihaknya terkait fasilitas maupun fungsi hotel tersebut. Pihaknya akan terus meningkatkan pelayanan agar nantinya tujuan pembangunan hotel dapat sesuai dengan target dan harapan yang sudah ditetapkan.


"Berdirinya SM Tower and Convention merupakan wujud nyata Suara Muhammadiyah dalam gerak transformasi dari teks ke konteks, dan juga dakwah di bidang ekonomi sebagai semangat besar dari Suara Muhammadiyah," kata Deni menegaskan.



Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr KH Haedar Nashir, MSi melakukan kunjungan kerja di Suara Muhammadiyah, Rabu (21/6). Kunjungan tersebut dalam rangka meninjau kesiapan sarana prasarana dan juga infrastruktur SM Tower and Convention jelang dilaksanakan Soft Opening pada Sabtu (24/6) mendatang. Kehadiran Haedar didampingi langsung oleh Direktur PT Syarikat Cahaya Media (SCM) / Suara Muhammadiyah, Deni Asy’ari, MA Dt Marajo beserta dengan jajaran direksi.


Dalam kunjungannya tersebut, Haedar menuturkan pihaknya mengapresiasi atas perkembangan yang telah berjalan dari proses pembangunan SM Tower and Convention. Bersamaan dengan itu, Haedar menilai kehadiran SM Tower and Convention menunjukkan eksistensi kehadiran Muhammadiyah di abad kedua yang makin melesat maju.


“Hari ini saya meninjau SM Tower dari lantai pertama sampai lantai delapan. Saya melihat ini merupakan hotel dan convention dengan gaya baru di era baru. Hotel ini memadukan antara fungsi hotel sebagai penginapan yang nyaman untuk beristirahat, tetapi ada juga aspek edukasi dihadirkan untuk rumah baca dan ruang inspirasi bagi masyarakat umum, khususnya warga Persyarikatan Muhammadiyah,” ujarnya.


Ketika mengunjungi SM Tower and Convention, Haedar disuguhkan dengan adanya ruang Kemadjoean Resto. Yakni ruang khusus bagi pengunjung untuk menyantap hidangan khas dari para koki-koki professional. Kemudian berlanjut ke ruang pertemuannya, Haedar menilai ruang ini sangat menarik dan membanggakan.


“Saya ketika masuk betul-betul bangga dan haru. Harunya karena mengetahui perjalanan Suara Muhammadiyah dari awal sampai sekarang. Alhamdulillah, makin hari Suara Muhamamdiyah terus mengalami perkembangan luar biasa,” tuturnya.


Selain itu, Haedar kagum dengan salah satu ruangan bernama SoewaraMoe Cafe & Longue. Menurutnya ruangan tersebut menyajikan motif-motif yang artistik (mempunyai nilai seni), di mana perpaduan klasik dan modern menyatu di ruangan ini. Interiornya sangat bagus dan menarik dipandang. Selain itu, para pengunjung juga bakal melihat view yang menakjubkan dan atraktif.


“Di situ, saya yakin akan menjadi ruang nyaman untuk bersantai tapi produktif. Kemudian ramah dan sekaligus juga siapa tahu banyak inspirasi ketika hadir dan bersantai di SoewaraMoe Cafe. Dan kalau melihat pemandangan keluar, bisa melihat Yogyakarta dan sekitarnya. Letak SM Tower and Convention ini berada di lintasan jalan utama dekat dengan KM-0 yang bernuansa bangunan cagar budaya,” jelasnya.


Guru Besar Ilmu Sosiologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini menyebut kehadiran SM Tower and Convention di jantung “Ibu Kota Muhammadiyah” ini menjadi permakluman bagi warga masyarakat, lebih-lebih warga Persyarikatan Muhammadiyah di manapun berada.


“Inilah SM Tower yang hadir di pusatnya Muhammadiyah (Yogyakarta). SM Tower bukan sekadar hotel dan tempat menginap, tetapi juga ruang inspiratif bagi pengunjung. Dan juga menjadi ruang pikiran dan semangat berkemajuan,” ucapnya.


Haedar menyebut Suara Muhammadiyah dengan membangun SM Tower and Convention membuktikan kepada masyarakat buana jika hari ini Suara Muhammadiyah sebagai amal usaha Muhammadiyah mampu melesat maju walaupun terdapat tantangan pelik nan sarat pergumulan suka-duka. Suara Muhammadiyah telah dan akan terus bertumbuh secara mandiri dengan penganekaragaman usaha dan bisnis yang bergerak maju dalam sektor perhotelan dan pariwisata.


“Mudah-mudahan ini menjadi titik awal yang terus seperti efek karambol untuk kemajuan seluruh amal usaha PT SCM yang akan terus berkembang. Mungkin setelah hotel ini berdiri dan berjalan, juga nanti kita mengembangkan unit-unit usaha lain,” katanya.


Haedar berkesimpulan dengan hadirnya SM Tower and Convention, menunjukkan kepada masyarakat jika Muhammadiyah mampu mengejar ketertinggalan di zaman yang makin kompleks ini. Dan juga tidak ketinggalan menjadi pilar strategis dalam mengaktualisasikan misi dakwah Muhamamdiyah sebagai gerakan Islam yang berkemajuan.


“Muhammadiyah bisa menghasilkan karya-karya kemajuan untuk mengejar ketertinggalan umat Islam dan bangsa Indonesia,” urainya.


Haedar berpesan kepada para karyawan untuk dapat melayani pengunjung dengan ramah, sopan, dan humanis. Ini penting dijadikan pegangan sekaligus di ejawantahkan ketika sudah mulai beroperasi. “Sehingga setiap orang datang ke sini merasa kembali ke rumahnya,” pungkasnya


Artikel : Suara Muhammadiyah dan Gebrak Id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon untuk tidak menaruh link dalam bentuk apapun

Post Bottom Ad